Young Children come to see themselves through the eyes of their parents.
The way you speak to her is the way she speaks to herself
- Rebecca Eanes and Laura ling -

Teen Talk: #dirumahaja vs Screen Time

13 May 2020, Me and Myself

- “For everything happen for a reason.” -
Percayakah anda dengan kata-kata sederhana yang mengandung pengharapan dan iman ini?
COVID-19, tak pernah sekalipun terbersit dalam benak bahwa hal yang memilukan ini akan
terjadi. Permulaan tahun 2020 yang begitu dinantikan pun, diwarnai dengan pandemik global di
akhir tahun 2019 hingga saat ini. Berbagai pihak bekerjasama mencari jalan keluar, salah
satunya dengan adanya kebijakan physical distancing dari World Health Organization (WHO)
guna memutus rantai penyebaran virus korona. Demikian pula halnya di Indonesia, himbauan
#dirumahaja mulai dipopulerkan di akun-akun social media serta pemberitaan media massa,
agar masyarakat dapat melakukan isolasi mandiri guna mengurangi penularan COVID-19.

Mulanya, adalah hal yang menyenangkan untuk #dirumahaja, terutama untuk mereka yang
menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah untuk bekerja dan melakukan aktivitas
lain. Namun, hal ini telah berlangsung selama beberapa bulan. Para ahli berusaha memprediksi
akhir dari pandemik ini, namun tidak ada satupun yang mengetahui sampai kapan semua ini
akan berlalu. #dirumahaja menjadi rutinitas baru menggantikan rutinitas sebelumnya di saat
sebelum pandemik global ini merebak.

Mari kembali kepada quote di atas, jika anda percaya maka cara pandang anda akan pandemik
ini akan berubah. #dirumahaja tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan namun ada
makna yang dapat dipelajari darinya. Keterbatasan saat ini membuat kita secara pribadi
memiliki lebih banyak waktu senggang daripada sebelum-sebelumnya. Jika pandemik ini terjadi
karena suatu tujuan, maka waktu tersebut menjadi waktu-waktu yang berharga bagi setiap kita.
Saya secara pribadi percaya, waktu adalah nyawa yang perlu digunakan dengan maksimal.

Hari-hari ini bagaimana kita mengisi waktu-waktu #dirumahaja? Bagaimana dengan anak-anak
kita dirumah, yang belum memahami secara utuh kondisi yang terjadi saat ini? Bagaimana cara
kita mengajarkan mereka, agar mereka dapat memaksimalkan masa-masa #dirumahaja?

Kurangnya pilihan untuk bersosialisasi dan hiburan, serta orang tua yang mencoba bekerja di
rumah (WFH – work from home), membuat sebagian besar anak-anak memiliki screen-time
(waktu yang digunakan untuk menggunakan komputer, menonton televisi, ataupun bermain
video games) lebih banyak daripada sebelumnya. Pembatasan gadget pun menjadi terkendala
karena sepanjang hari mereka hanya menghabiskan waktu di rumah.

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk membantu
menyeimbangkan penggunaan waktu bagi anak-anak kita di situasi COVID-19.

1. Memantau screen time diri sendiri
Like father like son, pernahkah mendengar kata-kata tersebut? Pada dasarnya seorang anak
belajar dengan mencontoh hal yang dilakukan oleh orang tuanya. Dengan membatasi screen
time diri sendiri, orangtua dapat memberikan teladan kepada anak-anaknya. Misalnya: tidak
membawa HP ke dalam kamar tidur, adanya kesepakatan no gadget saat makan bersama.

2. Rencanakan aktivitas bersama
Seringkali smartphone digunakan untuk mengusir rasa kebingungan saat tidak melakukan
apapun, begitupula halnya yang terjadi kepada anak-anak kita. Oleh karena itu, pemberian
aktivitas membuat mereka akan melupakan smartphone mereka. Stay connected dan jalinlah
hubungan yang lebih dalam bersama dengan mereka di precious moment ini. Misalnya:
Membangun mezbah keluarga dengan membaca Alkitab bersama, marathon menonton film
dan mendiskusikannya, ataupun ide aktivitas lainnya.

3. One step at a time
Kesulitan melakukan langkah-langkah di atas? It is okay to fail. Kegagalan terjadi saat
seseorang berhenti berusaha, jika kita tidak menyerah maka kita belum gagal untuk
mengusahakan yang terbaik untuk buah hati kita. Tidak pernah ada sekolah untuk menjadi
orangtua, oleh karena itu jangan terlalu merasa buruk saat belum berhasil melakukannya,
one step at a time.

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”.

Efesus 5:16

Mari berjuang bersama menghadapi pandemik global ini! Melihat dengan cara pandang yang
benar bahwa ada alasan dari setiap kejadian yang terjadi. Pergunakanlah setiap waktu dengan
rasa syukur atas kasih karunia yang diberikanNya bagi kita, karena waktu adalah nyawa. Mari
bantu anak-anak kita agar seusai pandemik ini mereka dapat belajar hal yang baru. Hubungan
dapat terjalin lebih erat dan tidak adanya kecanduan gadget setelah pandemik ini berlalu.
Tuhan Yesus memberkati.